Jumat, 02 Oktober 2015

Strategi Healing The Children Character with Parent Participation

Belajar dari teman, dan dari seorang guru yang pernah saya belajar dengannya. Walau kelihatannya ia kurang bertanggungjawab dengan waktu, tetapi ada kemampuannya yang cukup menarik untuk digali sebagai bahan referensi penyelesaian masalah anak khususnya dalam bidang pendidikan di sekolah.
Berkaitan dengan anak yang sering tidak berangkat, sering bolos, dan kenakalan-kenakalan lainnya. Itu bukanlah sebuah permasalahan yang tidak bisa diselesaikan. Sistematika penyelesaian akan seperti berikut :
1. Pengenalan masalah (awal masalah)
2. Penelusuran masalah
 - Diawali dengan pencecaran pertatanyaan kepada siswa
 Tekniknya : empati, jebakan kalimat, kata, kejujuran, kejadian, dan lain sebagainya
Statemen perubahan juga sangat diperlukan untuk membuat komitmen
Tahapan penyelesaian harus ssesuai dengan sistematika. Jika sudah mengikuti pada tahap awal saja, maka sebenarnya masalah sudah selesai. Tetapi jika sampai pada tahap akhir belum selesai maka strategi Healing the Children Charackter with Parent Participation.
Sebenarnya  partisipasi orang itu wajib dan mutlak. Seorang orang tua tidak bisa menyerahkan saja kepada sekolah untuk menyelesaikan urusan anak.
Orang tua diberikan kewajiban dan komitmen penyelesaian melalui keluarga, dan di sekolah.
Diantara strategi yang ada adalah : orang tua diminta untuk bisa berkomitmen memantau anaknya di sekolah dalam kurun wktu yang ditentukan, waktu yang rutin dan random. Sehingga siswa akan selalu terpantau baik dari orang tua maupun sekolah.
Sebenarnya kejadian ini adalah butuhnya anak sebuah perhatian. Jika orang tua tidak bisa bekerja sama maka sebenarnya pendidikan sudah gagal sejak awal. Dan tidak ada cara penyelesaian masalah. Dan kewajiban sekolah adalah mengembalikan urusan anak kepada orang tuanya. Istilah ini maksudnya adalah mengembalikan siswa kepada orang tua. Dan sekolah melepaskan dari sekolah dan mengembalikan kepada orang tua.
Jika orang tua mau bekerja sama dengan sekolah maka pintu kesuksesan akan mulai terbuka lebar. Hingga semua guru dan orang tua sama-sama tdak mampu menyelesaikan masalahnya.
Wallahualllamubisshowab.